JAKARTA - Ada yang menarik dari penyampaian penyesuaian
tarif kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diumumkan
pemerintah tadi malam.
Pengumuman kenaikan harga BBM semalam
disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero
Wacik. Lalu, di mana kah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku
Kepala Pemerintahan?
Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu
Buana Jakarta Heri Budianto mengatakan, tradisi bukan presiden yang
mengumumkan kenaikan harga BBM ini harus diubah. Teka-teki siapa yang
akan mengumumkan kenaikan harga BBM dini hari tadi akhirnya terungkap
kala Jero Wacik menyampaikannya ke publik.
"Sebelumnya sempat
beredar siapa yang akan mengumumkan adalah Menteri Perekonomian,
Menkominfo, Menkeu. Akhirnya pemerintah menunjuka Jero Wacik. Bila
dilihat dari tata pemerintahan dan job desc, sudah tepat Jero Wacik yang mengumumkan.," kata Heri dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (22/6/2013).
Hal
tersebut kata Heri cukup beralasan. Pasalnya, kenaikan harga BBM eceran
merupakan domainnya Menteri ESDM. Kendati demikian, sebenarnya publik
menunggu SBY selaku Kepala Pemerintahan yang menyampaikan kenaikan harga
BBM tersebut.
Memang, tradisi di pemerintahan sejak Orba
terkait pengumuman harga BBM presiden tidak pernah mengumumkan. Tradisi
ini terus berlangsung hingga saat ini di pemerintahan SBY.
"Namun
ada fenomena menarik lain yakni ketika harga BBM turun pada Desember
2008 dan Januari 2009 presiden langsung yang menyampaikan penurunan
harga. Wajar kemudian publik menilai bahwa ekses politik juga mewarnai
soal BBM termasuk front state (panggung) depan ketika harga BBM dinaikkan," kata dia.
Sehingga,
dramaturgi politik terjadi juga tampak ketika pengumuman kenaikan harga
BBM. Jika SBY langsung yang mengumumkan justru publik akan merespons
positif. Sebab, di luar negeri kebijakan-kebijakan tidak populer
disampaikan langsung oleh presidennya.
"Saya kira mestinya SBY mengambil momentum ini untuk mendongkrak kesan negatif pemerintahanya, karena harga BBM," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar